WWW.INISIAL.CO.CC   Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim) "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad) "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)
Yang MEROKOK, dilarang buka blog saya...!!! image Klik! untuk mampir ke blog saya SILAKAN KLIK!
تبرئة العلامة الهرري مما افتراه عليه المدعو عبد الرحمن دمشقية في كتابه المسمى "الحبشي شذوذه وأخطاؤه"  والكتاب المسمى "بين أهل السنة وأهل الفتنة" وغيرهما من الإصدارات من مناشير وشرط  

Penentram Hati lelaki

Oleh Ustadz Abu Umar Basyir

Adapun rincian amalan wanita shalihah sebagaimana yang tersebut di dalam ayat di atas telah banyak disebut dalam hadits-hadits yang shahih. Juga riwayat kehidupan wanita-wanita sahabat atau istri-sitri Nabi shallallahu alaihi wasallam yang juga para ibu bagi segenap kaum muslimin.

Di antaranya hadits yang sudah kerap disampaikan oleh para dai dan mubaligh, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa seorang shahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Bagaimanakah wanita yang shalihah itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab:
“Yang selalu menggembirakan suami tatkala memandangnya, yang selalu menaatinya apabila memerintahnya, dan tidak menyelisihi suaminya dalam urusan hartanya (suami) dan dirinya (istri) dengan sesuatu yang dibenci sang suami.” (Riwayat Nasa’i dalam Al-Mujtaba, kitab Usyratun Nisa, hadits no. 75. lihat juga Tuhfatul Asyraf 1358. diriwayatkan juga oleh Ahmad II/751, 432, 438. juga Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra VII/82. Diriwayatkan juga dari hadits Abi Said al-Muqbari dikeluarkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak II/161, 166, dan dishahihkannya serta disepakati oleh Dzahabi. Hadits tersebut juga memiliki syahid dari hadits Abdullah Ibnu Salam dikeluarkan oleh Thabrani dalam Al-Mujamul kabir).

Adapun maknanya, Imam Suyuti berkata: “Arti sabdanya Shallallahu alaihi wasallam: ‘…menggembirakan suami tatkala memandangnya’, yaitu dikarenakan kebagusan penampilan lahirnya dan keindahan akhlaknya serta kontinuitasnya dalam kesibukannya melaksanakan ketaatan kepada Allah Subahnahu wa Taala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wasallam. Perkataan serupa juga diucapkan oleh Fuad Abdul Baqi.” (lihat Sunan Ibni Majah, cetakan Al-Maktabah At-Tijariah I/596). Beliau juga mengatakan dalam Al-Idhah fi Ilmi an-Nikah, cetakan Darul Fikr hal. 5: Sesungguhnya para Ahli Fikih telah banyak memberikan nasihat kepada kaum wanita agar menyempurnakan penampilan mereka ketika berada di dalam rumah bersama suami. Yakni dengan merapikan/ menata rambutnya, berhias dan menggunakan wangi-wangian sehingga menyejukkan hati suami-suami mereka.

Imam Al-Ghazali juga berkata: “Sesungguhnyapandangan suami menjadi sejuk tatkala melihat istrinya, apabila sang istri sudah menjadi kecintaan suami.” (lihat Ihya Uluimuddin dengan takhrij Hafidh Al Iraqi, cetakan Darul Hadi II/86).

Bagian pertama dari hadits di atas, berdasarkan apa yang diterangkan oleh para ulama, memberikan makna bahwa seorang wanita shalihah pertama-tama haruslah menampilkan dirinya sebagai penyejuk hati tatkala dipandang suami. Seorang suami yang bertakwa akan senang melihat istrinya selalu taat beribadah. Disamping itu, ia juga menyejukkan pandangan suaminya dengan penampilannya yang bersih, rapi, dan bagus dipandang. Ia juga selalu menggunakan wangi-wangian agar semakin menarik perhatian suami sehingga senang berdekatan dengannya. Disitulah salahs atu letak kebahagiaan suami. Seusai menjalankan tugasnya di luar rumah, baik dalam upaya mencari penghidupan, ataupun untuk menyelesaikan urusan-urusan dakwah, suami bisa berbesar hati mendapatkan hiburan dari sambutan dan penampilan istri. Segala rasa penat di badan, dan segala bentuk persoalan yang membebani pikiran akan dengan sendirinya berkurang, bahkan tak terasa sama sekali. Dari situlah keutuhan rumah tangga muslimah akan bisa terjaga.

Bisa dibandingkan dengan kehidupan suami yang beristrikan seorang wanita karier ala propaganda jahiliah, dimana ia juga merasa memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan suaminya. Dikala suami membutuhkan sentuhan sang istri seusai bekerja sehari penuh, disaat itu pula si istripun menuntut hal yang sama. Lalu bagaimana pula penampilannya dihadapan sang suami? Segala kecantikannya telah diobral di luar rumah. Kelembutan dan kasih sayangnya telah ia bagi-bagikan kepada teman lelaki sejawat ataupun bisnis patnernya. Tenaga dan pikirannyapun telah terkuras untuk berbagai urusan di luar rumah. Sebagai klimaksnya, si suamipun akan mencari alternatif lain untuk melampiaskan hasratnya lewat berbagai media audio visual yang serba canggih, atau merenggut wanita lain untuk dijadikan pendamping. Hal itu akan semakin ramai apabila si istripn turut berbuat serupa. Wal iyadzu billah.

-Bersambung insya Allah-

0 komentar:

Labels

comment

Artikel cari disini

Download E book

Hire Me Direct
eXTReMe Tracker