Dzikir dan Doa Setelah Sholat
Label: Download Ebook, Download pdf
TULISAN “ALLAH” DAN “MUHAMMAD” DI DINDING
سئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين في كتاب المناهي اللفظية: كثيرا ما نرى على الجدران كتابة لفظ الجلالة (الله) , وبجانبها لفظ محمد صلى الله عليه وسلم أو نجد ذلك على الرقاع, أو على الكتب،أو على بعض المصاحف فهل موضعها هذا صحيح ؟.
فأجاب قائلا : موقعها ليس بصحيح لأن هذا يجعل النبي صلى الله عليه وسلم ، نداً لله مساوياً له ، ولو أن أحدا رأي هذه الكتابة وهو لا يدري المسمى بهما لأيقن يقيناً أنهما متساويان متماثلان ، فيجب إزالة اسم رسول الله صلى الله عليه وسلم ويبقى النظر في كتابة : (الله) وحدها فإنها كلمة يقولها الصوفية ، و يجعلونها بدلا عن الذكر ، يقولون (الله الله الله) ، وعلى هذا فلا يكتب (الله) ، ولا (محمد) على الجدران ، ولا على الرقاع ولا في غيره
Yang Mulia Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya di dalam kitab Al Manaahi Al Lafzhiyyah (sebagai berikut), “Sering kita melihat di atas dinding terdapat tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah), dan di sampingnya ada lafaz Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama, atau kita mendapati itu di kain, atau di buku-buku, atau pada sebagian mushaf, apakah penempatannya benar?
Beliau menjawab, “Penempatannya tidak benar, karena ini menjadikan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tandingan bagi Allah dan menyamaiNya. Dan kalaulah orang yang tidak paham maksud dua tulisan tersebut melihatnya niscaya dia meyakini bahwa keduanya adalah sama dan semisal.
Maka wajib menghapus nama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan cukup melihat kepada tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah) saja. Dan lafazh (Allah) juga adalah kalimat yang sering diucapkan oleh kalangan sufiyah, sebagai ganti zikir, mereka mengucapkan (Allah .. Allah .. Allah). Berdasarkan ini Maka tidak perlu ditulis (Allah) dan (Muhammad) di atas dinding, kain dan lainnya. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=22707)
MUTIARA ILMU DAN FAEDAH DARI KITAB-KITAB SYAIKH AL MUHADDITS AL ALBANY RAHIMAHULLAHU TA’ALA
MUTIARA ILMU DAN FAEDAH DARI KITAB-KITAB SYAIKH AL MUHADDITS AL ALBANY RAHIMAHULLAHU TA’ALA
Disarikan oleh, Syaikh Badr bin Muhamad Ali Badar Al ‘Anzy
diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian oleh, Abuz Zubair Hawaary
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله .
(يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون)
(يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيراً ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا)
(يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولاً سديداً يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزاً عظيماً)
أما بعد
Berikut ini adalah faedah-faedah yang saya ringkas dari sebagian kitab Imam Al Albany rahimahullah, saya memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikannya bermanfaat.
PERTAMA : DARI KITAB ADAB AZ ZIFAAF FIS SUNNAH AL MUTHOHHAROH
1. Disukai (mustahabb) bagi seseorang apabila ia mendatangi istrinya untuk berlemah-lembut dengannya, seperti memberikan minuman atau semisalnya kepadanya.
Berdasarkan hadits Asma’ binti Yazid bin As Sakan, bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama duduk disamping ‘Aisyah, lalu diberikan kepada beliau segantang susu. Maka beliau meminumnya kemudian Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama mengulurkannya kepada Aisyah lantas ia meminumnya sedikit”. (HR. Ahmad.
2. Meletakkan tangan di atas kepala istri dan berdo’a untuknya. Tangan diletakkan di ubun-ubun kepalanya lalu membaca bismillah dan berdo’a, berdasarkan hadits,
( إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادمة فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل : اللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلتها عليه وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه ) جبلتها : أي خلقتها وطبعتها عليه . أخرجه البخاري وغيره
“Apabila salah seorang kamu menikahi wanita atau membeli budak, hendaklah ia memegang ubun-ubunnya lalu menyebut nama Allah ‘Azza wa Jalla dan hendaklah ia mendo’akan keberkahan, hendaklah ia membaca, ‘Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikannya dan kebaikan yang anugerahkan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang engkau ciptakan pada dirinya”. (HR. Bukhari dan lainnya)
Al Albany rahimahullah Ta’ala berkata, “Dan disyari’atkan juga do’a ini ketika membeli kendaraan seperti mobil, karena mengharapkan kebaikannya dan khawatirk keburukannya”.
3. Disukai (mustahabb) bagi keduanya untuk sholat dua raka’at berjama’ah, karena ini ada dinukilkan dari salaf. Berdasarakan atsar;
عن أبي سعيد مولى أبي أسيد قال: ( تزوجت وأنا مملوك فدعوت نفراً من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فيهم ابن مسعود وأبو ذر وحذيفة فقالوا : إذا أدخل عليك أهلك فصل ركعتين ) رواه ابن أبي شيبة وعبد الرزاق .
dari Abu Sa’id Maula Abi Usaid ia berkata, “Aku menikah dan ketika itu aku masih seorang budak. Maka aku mengundang beberapa orang sahabat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama antara lain Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah, maka mereka berkata, ‘Apabila istrimu dipertemukan denganmu maka sholatlah dua raka’at”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrozaq)
dan atsar Ibnu Mas’ud, ia berkata kepada Abu Hariz ketika ia menikah,
فإذا أتتك فأمرها أن تصلي ورائك ركعتين
“Apabila ia telah datang menemuimu, maka perintahkanlah ia sholat di belakangmu dua raka’at”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrozaq)
4. Dan ketika ia hendak menggauli istrinya hendaknya ia membaca,
( بسم الله , اللهم جنبنا الشيطان , وجنب الشيطان ما رزقتنا ) رواه البخاري وغيره .
“Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang engkau karuniakan kepada kami”. (HR. Bukhari dan lainnya)
Al Albany rahimahullah Ta’ala berkata, “Boleh baginya menggauli istrinya di qubulnya dari arah (posisi) mana saja yang ia inginkan, dari belakang atau dari depannya”.
عن جابر قال : ( كانت اليهود تقول : إذا أتى الرجل امرأته من دبرها في قبلها كان الولد أحول : فنزلت { نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنا شئتم } أي كيف شئتم فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ( مقبلة أو مدبرة إذا كان ذلك في الفرج ) رواه البخاري ومسلم وغيرهما .
Dari Jabir ia berkata, “Adalah orang-orang yahudi mengatakan, ‘Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya di qubulnya dari arah belakang maka kelak anaknya juling’. Maka turunlah firman Allah Ta’ala (artinya), “Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dari mana saja kalian suka”. Maksudnya dengan cara apapun yang kalian suka. Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda, “Istrinya menghadap kepadanya atau membelakanginya apabila itu dilakukan di kemaluan”. (HR. Bukhari dan Muslim serta selain keduanya).
وقال النبي صلى الله عليه وسلم لعمر بن الخطاب – رضي الله عنه – : ( أقبل وأدبر واتق الدبر والحيضة ) رواه النسائي والترمذي بسند حسن
Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda kepada Umar bin Al Khottob rodhiyallahu ‘anhu, “Silahkan dari depan dan belakang dan jauhilah dubur serta haidh”. (HR. An Nasai dan At Tirmidzi dengan sanad hasan)
5. Berwudhu’ diantara dua kali jima’. Apabila ia menggauli istrinya kemudian hendak mengulangi lagi hendaknya ia berwudhu’. Berdasarkan sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama,
( إذا أتى أحدكم أهله ثم أراد أن يعود فليتوضأ بينهما وضوءاً – وفي رواية وضوءه للصلاة – فإنه أنشط في العود ) رواه مسلم وغيره
“Apabila salah seorang kamu mendatangi istrinya kemudian ia ingin mengulangi, maka hendaklah ia berwudhu’ di antara keduanya – dalam satu riwayat seperti wudhu’nya untuk sholat – karena sesungguhnya itu lebih membuatnya bersemangat dalam mengulangi”. (HR. Muslim dan lainnya)
Akan tetapi mandi lebih afdhol dari pada wudhu, karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama suatu hari menggilir istri-istrinya, beliau mandi ditempat istrinya yang ini dan yang ini”. (HR. Abu Dawud dan lainnya)
• Dan dibolehkan bagi pasangan suami istri mandi bersama dalam satu tempat sekalipun suami melihat seluruh tubuhnya dan begitu juga sebaliknya.
عن عائشة رضي الله عنها قالت : (كنت أغتسل أنا ورسول الله صلى الله عليه وسلم من إناء بيني وبينه واحد ) متفق عليه .
Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha ia menuturkan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama dari satu bejana antara aku dan dia”. (Muttfaqun ‘Alaihi)
Berdasarkan hadits ini Ad Dawudy berdalil atas bolehnya laki-laki melihat aurat istrinya dan begitu pula sebaliknya. Ini dikuatkan oleh apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari jalan Sulaiman Ibnu Musa, bahwasanya ia ditanya tentang seseorang melihat kemaluan istrinya? Maka ia menjawab, “Aku telah menanyakannya kepada ‘Atho’ maka ia berkata, “Aku telah menanyakannya kepada Aisyah, maka ia menyebutkan hadits ini dengan maknanya”.
Al Albany rahimahullah berkata, “Adapun hadits yang berbunyi (apabila salah seorang kamu menggauli istrinya atau budaknya maka janganlah ia melihat kemaluannya, karena itu menyebabkan kebutaan”. Maka ini adalah hadits palsu”.
(bersambung)
Labels
- “SEPUTAR HIZBUT TAHRIR” (1)
- 21 Desember 2012 (1)
- ADAB DAN AKHLAK PENUNTUT ILMU (1)
- AGAR KAMU LEBIH DICINTAI ALLAH (1)
- Akhidah (1)
- Akhlaq (1)
- Akhwat (2)
- Aku Belum Mengenal Salaf dan Salafi (1)
- Antara Wahhabi dan Teroris (1)
- Apakah Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah? (1)
- Aqidah (1)
- Asmaul Khomsah (1)
- atikel (2)
- Bahasa Arab (1)
- Bahasa Arab Dasar 21: Isim Mabni (1)
- Bedah Buku (1)
- Belajar Bahasa Arab lanjutan (14b) (1)
- Belajar bhs ARAB (3)
- Berdakwah Dengan Akhlak Mulia Ust Abul Hammad Muhsan Lc (1)
- Biografi (1)
- Bukti Cinta Nabi (1)
- business loan (1)
- buy (1)
- bv (1)
- Cara Menghitung Zakat Mal (1)
- Cinta Rasul; Hakikat dan Konsekuensinya (1)
- Dahsyatnya Ujian Wanita dan Dunia (2)
- Dauroh Pelajar dan Mahasiswa (1)
- Doanload Audio (37)
- Doanload Kajian (84)
- Download Audio (21)
- Download Ebook (6)
- Download Kajian (7)
- Download MP3 Murattal Al Qur’an (4)
- Download Murotal Al-Qur'an Ahmad Saud (1)
- Download Murotal Qur'an Muhammad Thaha (1)
- Download pdf (3)
- Download Video (1)
- Downloads Section (5)
- Dua Syarat Diterimanya Ibadah (1)
- Dunia di mata orang beriman (1)
- Engkau Melarang Anakmu (1)
- Fakta (3)
- Fiqh Muslimah (2)
- Fiqih (6)
- Fiqih Ibadah Haji (1)
- game poker (1)
- Gelar Al-Atsary (1)
- Hadirilah Tabligh Akbar (1)
- HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB (1)
- Hadits-Hadits Pilihan Shahih al-Bukhari Bab Puasa (1)
- Halal Haram dalam Agama Syiah (1)
- HARAMNYA VALENTINE DAY (1)
- Healthy (1)
- Hidayah (1)
- Hukum Aqiqah Ketika Sudah Dewasa (1)
- HUKUM BERCADAR (1)
- Hukum Lelaki Shalat Memakai Celana Panjang (1)
- Hukum Nikah Siri (1)
- Info Kajian (3)
- Info Penting (6)
- Information (3)
- islam (9)
- Jadwal Kajian Rutin DI jakarta (1)
- Jadwal sholat Abadi juni 2009 solo (1)
- Jalan Golongan Yang Selamat (1)
- JANGAN MARAH (1)
- Jika Imam Membaca Qunut Shubuh (1)
- Jum’at (1)
- Kajian Akbar (1)
- Kajian Kitab Umdatul Ahkam (10) (1)
- KAJIAN MANHAJ SALAF (1)
- Kajian Umum (1)
- kaligrafi islam (2)
- KAMU AKAN MASUK SURGA (1)
- Kebutuhan terhadap Ilmu (1)
- Kejujuran seorang Doktor (1)
- Keluarga Abdul Muthalib (1)
- Kematian (1)
- Khawarij Kontemporer (1)
- knowledge (7)
- Kontrol Diri Menuju Takwa (1)
- Lailatul qadar (1)
- Larangan Mencaci Masa (1)
- Lihatlah Orang Di Bawahmu dalam Masalah Harta dan Dunia (1)
- LOWONGAN KERJA DI RADIO AL-IMAN SURABAYA (2)
- Lowongan Penerjemahan (1)
- mac game (1)
- makalah (1)
- Malah Engkau Sendiri Melanggarnya (1)
- MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH KAUM WANITA (1)
- Mengais Keajaiban Cinta (1)
- Mengenal Imam Syafi'i rohimahulloh Lebih Dekat (1)
- MENGENAL PARA ULAMA PEMBAHARU DALAM ISLAM (1)
- MENGKAFIRKAN TANPA SADAR (1) (1)
- Menjaga Lisan (1)
- Menuntut Ilmu Untuk Meraih Ijazah (1)
- Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu?? (1)
- Mereka Siap Menikam dari Belakang (1)
- Murottal (1)
- Murottal Muhammad Thaha Al Junayd (1)
- Musik Itu HAram (1)
- my mind (1)
- nduan Zakat Fithri (1)
- new small business (1)
- Nikah Sirri (1)
- NLF TV (1)
- ORANG-ORANG SESAT YANG PALING MERUGI (1)
- Pacaran Dalam Kacamata Islam (1)
- Penerimaan Santri Baru (1)
- Pengetahuan (1)
- PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB (1)
- Penyakit Diabetes (1)
- Penyembelih Yang Sah (1)
- Peringatan Isra’ Mi’raj (1)
- POLEMIK KAWIN SIRRI (1)
- Puasanya Seorang Musafir (1)
- py (3)
- Ramadhan (2)
- Rekaman (1)
- RIBA (1)
- Rintangan dalam Menuntut Ilmu (1)
- salaf (8)
- SALAFIAH (1)
- Salafiyah dan Politik (1)
- Sea view apartment in Varna (1)
- SEBAB-SEBAB DAN PENANGGULANGANNYA SERTA SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI FITNAH ZAMAN (1)
- Shalat Orang Yang Sakit (1)
- Siapa Sebenarnya Pembangkit Radikalisme Dan Terorisme Modern Di Tengah Umat Islam? (1)
- Sikap Terhadap Istri Yang Selingkuh (1)
- Sirih atau Syar’i (1)
- SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU (1)
- Sujud Tilawah ? (1)
- Syaikh al-Albani (1)
- Syarah Riyaadlush Shoolihiin_4 (1)
- Syi'ah (3)
- Talak (1)
- Tauhid (7)
- Tawasul Syar’i Vs Tawasul Syirik (1)
- Terbaru (1)
- TERORISME (1)
- Ulama Bersepakat (Berijma’) Bahwa Allah berada di atas ‘Arsy-Nya (1)
- Ustadz Armen Halim Naro (4)
- USTADZ YAZID JAWAS (2)
- Video Kajian (1)
- Wanita (1)
- Wasiat Nabi (1)
- Waspadai Syiah (1)
comment
Download E-Book
- AQIDAH DAN MANHAJ
- Sepercik Keindahan Islam
- Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah
- Studi Komprehensif Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah
- Dasar-Dasar Memahami Tauhid
- Pokok-Pokok Manhaj Salaf
- Ringkasan Manhaj dan Aqidah Imam Syafi’i Rahimahullah.
- Bai`at Antara Sunnah dan Bid`ah
- PERINGATAN DARI FITNAH EKSTREM DI DALAM MENGISOLIR DAN MENVONIS BID’AH
- Sittu Durror min ushuli ahli atsar (Landasan membangun jalan selamat)
- Syarhussunnah-Imam alBarbahari
- Menuju Penegakkan Hukum Allah
- Sebab-Sebab Kemunduran Kaum Muslimin
- Mengkafirkan tanpa Sadar
- Kelemahan Kaum Muslimin di Mata Musuh
- Sehari di Kediaman Rasulullah
- Mantasyabbaha biqoumin Fahuwa Minhum
- FIQIH DAN IBADAH
- Shifat Sholat Nabi-Syaikh Albani
- Darah Kebiasaan Wanita
- Fiqh Niat: Peran Niat dalam Amal
- Ringkasan Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah
- Hisnul Muslim-Doa dan Wirid
- Bagaimana Cara ber Amar Ma’ruf Nahi Mungkar ?
- AKHLAQ DAN TAZKIYATUN NUFUS
- SIROH DAN KISAH SHOHIH

