Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim)
"Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad)
"Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)
Amirulmukmininberkata:BinatangyangpertamamatisetelahNabiwafat adalah UfairkeledaiRasulullah, matisesaat setelahRasulullahwafat ia memotongtali pengikatnyakemudianlarisampai dekat sumur Bani Khuthomah diQuba’dan menceburkan dirinya ke dalam sumur yang sekaligus menjadi kuburannya. Keledai itu mengatakanpadaNabi:Ayahkumenceritakankepadaku,dariayahnya,darikakeknya, dariayahnyabahwadiabersamaNabiNuhdikapal.LaluNuhberdirimenghampiri keledai itu serta mengusap punggungnya lalu mengatakan akan lahir dari perut keledai ini,seekorkhimaryangakanmenjadikendaraanRasulakhirzaman.Ufairberkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku keledai itu." (Al Kaafi 1/184)
Hasan berbicara dengan 70 juta bahasa
Dari Abi Abdillah, sesungguhnya Al hasan berkata: "Allah punya dua kota, satu di timur satunya di barat. Kota-kota itu memiliki 70 juta. Satu sama lain berbicara dengan bahasa yang tidak sama dan Saya memahami semua bahasa itu."(AlKaafi1/384-385)2
2Sebagian orang berteriak-teriak keheranan karena Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi 6000 riwayat, tapi diam saja dan percaya bahwa Hasan dapat berbicara dengan 70 juta bahasa.
Aljzairi meriwayatkan dari Albarosi berkata dan sesungguhnya Jibril telah datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasultatkala Ali hendak memukulkan pedangnya pada suatu tempat yang luas Allah menyuruh Israfil, Mikail untuk menahan lengannya di angkasa agar tidak memukulkan dengan sekuat tenaganya dan membagi kekuatan menjadi dua arah. Satu arah dikenakan pada besi dan yang satu pada tanah. Kemudian Allah menyuruh Jibril agar segera masuk ke bumi untuk menahan agar pedangnya tidak sampai ke dasar bumi agar jangan sampai bumi terbalik karenanya. Akupunmenahannya.PedangitulebihberatbagisayapkudarikotakaumLut,yang terdiri dari 7 kota. Semuanya kucabut dari bumi ke 7 dan kuangkat hanya dengan 1 bulu dari sayapku, aku tunggu perintah Allah hingga waktu sahur untuk membaliknya, aku tidak merasakan berat seperti berat pukulan pedang Ali bin Abi Tholib.
Pada saat yang sama ada suatu peristiwa ketika benteng pertahanan dapat dijebol danparawanitanyaditahan.DiantarawanitaituadayangnamanyaShafiyah,diaa dalah anak penguasa benteng tersebut, datang dengan luka di wajahnya. Nabi bertanya kepadanya.IaberkatapadawaktuAlidatangkebentengdankesusahanuntuk menembusnya,makaAlinaikkemenarabentengdan menggoyangkannya.Maka tergoyanglah semua benteng dan jatuhlah semua yang ada, saat itu saya berada di atas tempattidurku,laluakujatuholehgoncanganitudantertimpatempattidurku.Nabi berkata:"WahaiShafiyahwaktuAlimarahdanmenggoncangbenteng,Allahmarah karenamarahnyaAlilaluAllahmenggoncangkanlangitdanbumi."danmalaikat ketakutan jatuh tersungkur. Inilah keberanian ilahi. Saat akan membuka pintu benteng Khoibar, pada malam hari sebelumnya 40 orang saling bantu membantu untuk menutup pintubenteng,saatAlimasukkebenteng,perisainyajatuhkarenatakkuatmenahan sabetanpedang.LaluAlimencabutpintudanmenjadikanpintubentengitumenjadi perisainya hingga Allah memberikan kemenangan. (Al Anwar Anu’maniyah, karangan Ni’matillah Aljazaairi)
Ali membelah Sungai Eufrat dengan menggunakan batang kayu
Ketika Ali kembali dari Perang Shifin, ia berbicara dengan sungai Eufrat, maka berguncanglah Eufrat dan terdengar suaranya mengucapkan dua Kalimah Syahadat dan pengakuan bahwa Ali adalah khalifah. Riwayat lain menyebutkan, AlimelibaskankayukeSungaiEufrat.Memancarlahairdanikan-ikansama memberi salam dan mengakui bahwa bahwa Ali adalah hujjah. (Zainuddin, Kitab Shiraathal Mustaqim 1/20)